Tujuh bot, empat puluh menit, dan bagian yang hampir selalu gagal
Ada fantasi yang cukup laris dalam percakapan tentang AI: pasang beberapa agent, beri akses ke internet, lalu tunggu mesin konten bekerja saat kamu tidur.
Masalahnya, mesin tidak punya kewajiban memahami bahwa strategimu buruk. Ia justru sangat patuh. Kalau rencana kontenmu kabur, agent akan memproduksi kekaburan itu dengan kecepatan mengesankan.
Tujuh peran, satu alur
Strategi lebih dulu dari eksekusi. Satu agen, satu tugas. Memori dan kolaborasi bersama. Publisher sebagai peran ke-7. Manusia hanya menyetujui.
Itulah tesis utama sistem yang dibangun Scotty Beam dengan Grok Bot. Menurut Scotty, agent tidak memperbaiki rencana konten yang jelek. Mereka hanya mengeksekusinya lebih cepat. Lompatan kualitas terbesar bukan datang dari model yang lebih pintar, melainkan dari memecah satu pekerjaan besar menjadi tujuh pekerjaan sempit, lalu memaksa semuanya memakai strategi yang sama.
Ada satu masalah lain yang jauh kurang glamor. Enam agent bisa menghasilkan riset, tulisan, analisis, dan gambar sepanjang minggu. Kalau semua file itu tidak pernah keluar dari folder, kamu belum membangun tim konten. Kamu baru membangun notes app yang sangat mahal.
Bagian yang diam-diam menentukan hidup atau matinya sistem ini adalah publishing.