Belajar lebih cepat, bukan lebih banyak
Setiap hari, kamu belajar sesuatu dari buku, percakapan, podcast, kesalahan, artikel, video, dan orang-orang di sekitar. Masalahnya, mengonsumsi lebih banyak informasi tidak otomatis berarti belajar lebih banyak.
Dua orang bisa menghabiskan 100 jam yang sama untuk mempelajari kemampuan yang sama, lalu keluar dengan hasil yang sama sekali berbeda.
Dari konsumsi ke aksi
Empat slide. Mengonsumsi bukan menguasai. Penimbun lawan praktisi. Gesekan dulu. Roda gila: eksekusi, gesekan, koneksi.
Orang pertama menonton semua tutorial, membaca semua buku, dan tetap kesulitan menggunakan apa yang sudah dipelajari. Orang kedua mulai membangun, membuat kesalahan, menerima feedback, lalu menjadi cukup mahir untuk mengubah kemampuan itu menjadi karier.
Perbedaannya tidak selalu kecerdasan. Sering kali, perbedaannya adalah cara mereka belajar.
Dalam The Principles of Learning Faster, Hades menjelaskan bahwa kemampuan belajar memperbaiki hampir semua kemampuan lain. Ketika cara belajarmu membaik, kamu bisa lebih cepat berkembang sebagai penulis, founder, desainer, engineer, investor, atau kreator.
Sekolah mengajarkan membaca, mengingat, mencatat, dan menghadapi ujian. Itu bukan berarti sekolah tidak berguna. Hanya saja, dunia nyata meminta hal lain: memahami dengan cepat, menerapkan pengetahuan, belajar dari feedback, dan menghubungkan ide baru dengan sesuatu yang sudah kamu pahami.
Ada tujuh prinsip untuk melakukannya.